aku diam, dan terus diam
tanpa sepatah kata
tanpa segaris senyuman.
begitulah saat saat aku
ketika kau sedang bahagia
menganjing, menginzir
aku
aku tak bodoh, dan aku bukan bodoh.
aku tak dungu, dan aku bukan dungu.
aku tak tuli, dan aku bukan tuli
melawan
berdendam
pendengki
itu bukan aku.
tapi tak mustahil kalau aku
jadi begitu
No comments:
Post a Comment
surat cinta