aku tenung wajah tuamu,
terlihat akan keikhlasan dimatamu,
menjaga, mendidik anak anakmu.
terlihat akan rambut putihmu yang memenuhi kepala,
kulit wajahmu yang dahulunya cerah bak mutiara..
telah terlihat garis garis tua.
tak pernah kudengar keluhmu
tak pernah kutampak penat lelahmu
penat jerihmu
anak jenis apakah aku?
keji sungguhkah aku?
kau suap aku jemari runcingmu
kau belai rambutku
kau bisik ke telingaku dengan suara lunakmu
"melahirkan dan menjaga kau bukanlah beban buat ibu, dan juga bukan untuk harta kekayaanmu
tapi hanya mengharapkan secebis doa buat ibu, kelak"
aku terus membiarkan sepasang mataku ini merenungnya
merenung dengan sepuas puasnya
dan tak dapat aku tahan sepasang mata ini daripada berkaca kaca..
ternyata renunganku dibalas dengan pandangannya yang redup
bersama senyuman yang mekar menghidup....
No comments:
Post a Comment
surat cinta